Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pindad Akan Produksi MRAP Ringan Kozak-2M2

Kozak 2M facelift Pindad [Medef]

K
epala Departemen Pengembangan perusahaan Practika, Serhiy Vilkov, telah mengumumkan bahwa kendaraan tempur (ranpur) ringan Kozak-2M2 4X4 dapat diproduksi di Indonesia. Demikian seperti diwartakan Army Recognition.

Diketahui pada 2020 PT Pindad dari Indonesia dan Practika dari Ukraina telah menandatangani Nota Kerjasama (MoU) antara perusahaan untuk mengembangkan dan memproduksi kendaraan militer secara bersama.

Selanjutnya tahun 2021, Indonesia telah menerima dua unit Kozak-2M2 dari Practika untuk digunakan sebagai bahan penelitian dan pengembangan secara lokal.

Ditengok dari sejarahnya, versi pertama Kozak mulai ditampilkan pada 24 Agustus 2009 saat mengikuti parade militer di Kiev untuk memperingati Hari Kemerdekaan Ukraina.

Versi pertama Kozak didasarkan pada sasis truk EuroCargo 4X4 yang dikembangkan oleh perusahaan Italia Iveco Defense Vehicle.

Sementara versi Kozak-2M2 telah mengadopsi desain monokok yang menjadikannya lebih kokoh dan berbobot lebih ringan.

Untuk spesifikasinya, Kozak-2M2 memiliki bobot tempur 15.000 kg. Ranpur ini berdimensi panjang 6,23 m, lebar 2,3 m, dan tinggi 2,3 m.

Kozak-2M2 didukung oleh mesin diesel Iveco berkapasitas 7.800 cc yang menghasilkan daya 352 hp. Mesin ini dikombinasikan dengan transmisi manual ZF dengan enam gigi maju dan satu gigi mundur.

Kendaraan diawaki oleh tiga orang, terdiri dari pengemudi, komandan, dan juru senjata. Kozak dapat menampung delapan prajurit infanteri yang duduk di kursi khusus anti ranjau.

Sebagai ranpur jenis MRAP (Mine Resistant Ambush Protected), tingkat perlindungan terhadap ranjau dan IED-nya berada pada Level 2 STANAG 4569 yang sanggup menghadapi ledakan setara 6 kg TNT.

Tingkat perlindungan balistik Kozak-2M2 ada pada Level 2 STANAG 4569, artinya sanggup bertahan dari tembakan peluru senapan serbu kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm.

Sebagai senjata beladiri dan bertempur, di atas atap Kozak-2M2 dapat dilengkapi dengan stasiun senjata yang dioperasikan dari jarak jauh (RCWS).

Stasiun senjata ini dipersenjatai dengan senapan mesin kaliber 12,7 mm. -RBS-

  Airspace Review